Tuesday, August 5, 2014

Pelukis Belajar Menulis

“Cita-citaku ingin menjadi seorang pelukis!”

Itulah yang kukatakan di hadapan teman sekelas, saat duduk di bangku kelas enam SD. Melukis adalah hobi yang paling kugemari selain bermain game. Memang sejak di taman kanak-kanak, aku sering diajak untuk mengikuti perlombaan melukis. Meski hanya menggambar dua gunung dengan satu matahari tersenyum dan sawah yang terbelah oleh sungai, tapi aku cukup percaya diri dengan semua itu. Sepertinya semua pelukis terkenalpun memulainya dari sebuah gambar yang sama.

Bertahun-tahun aku mulai mencari gaya lukisanku sendiri. Meski terdengar cukup meyakinkan, tapi aku masih berstatus sebagai pelukis amatir, yang selalu kesulitan berkarya karena terhalang biaya. (peralatan melukis itu mahal lho haha)

Hingga saat ini, kegemaranku yang satu itu masih terus berlangsung, namun sepertinya ada hal lain yang sedang menarik perhatianku. Akhir-akhir ini aku menjadi lebih senang menulis, dan tertarik kepada dunia tulis menulis. Kuperhatikan, teman-temanku rajin sekali meng-update blog miliknya, meski hanya dengan sebuah curhatan keluh kesahnya. Tapi memang, seorang temanku bilang, ketika banyak sekali hal terjadi namun kita tidak tahu harus bercerita kepada siapa, cobalah untuk menuliskannya di dalam blog. Dan... pada akhirnya aku memutuskan untuk membuat blog baru, karena blog yang sebelumnya pernah kubuat, hanya khusus diisi oleh lukisan-lukisanku. Kupikir, tidak buruk berbagi pengalaman kepada orang-orang. Ditambah lagi aku yang senang travelling ini memiliki beberapa pengalaman yang memang ingin sekali aku bagikan.

Aku berpikir bahwa sebuah pengalaman yang kita alami, terlalu berharga jika hanya untuk kita simpan sendirian. Banyak orang yang sudah mengetahui bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Maka dari itu, dengan membagikan pengalaman kita kepada orang lain, itu berarti kita sudah belajar untuk menjadi seorang guru. Mungkin banyak orang yang akan mencela hal yang kita bagikan, namun hal itu akan sama banyaknya dengan orang yang bisa belajar darinya.


Jadi, akan kusimpan kuasku dan kuambil pena yang baru.